Tiga Tipe Anak

Mengawali tulisan kali ini dengan sabda Rasulullah SAW : "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orangtuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi sebagimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?" (H.R Bukhari dan Muslim)


Photo : pexels.com
Ya, anak dilahirkan dalam keadaan suci.  Tiada istilah anak nakal bila orang dewasa dapat memperlakukan mereka dengan benar. Paham dan mengerti bagaimana karakter dan tipe si anak. 

1. Anak yang Mudah
Anak-anak tipe ini biasanya penampilannya penuh keberanian dan terbuka. Tampil dan bicara apa adanya. Mudah bergaul dengan orang-orang yang mudah dikenalnya, lincah dan banyak bicara. Mereka tidak merasa canggung berada di lingkungan yang baru. Sekilas, orang-orang tentu akan kagum. 

Namun, tetap saja ada kelemahan pada anak-anak tipe ini. Karena saking mudahnya beradaptasi, mereka menjadi terlalu sering berpindah tangan pengasuh. Padahal setiap orang memilik pola asuh yang berbeda. Ibu, Tante, Nenek, tentu memiliki cara yang berbeda dalam memberi batasan, larangan, cara memerintah, cara membujuk dan sebagainya. Selain itu, anak-anak tipe ini suka mencoba hal yang baru, orangtua tentunya harus waspada terhadap barang-barang yang berbahaya.

2. Tipe yang Perlu Pemanasan
Tidak terlalu berani dan tidak pula penakut. Yang jelas ia perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkunganya. Dengan orang yang belum dikenal mereka hanya diam.Namun setelah kenal dia bisa menjadi teman yang akrab.

Tindakan orang tua yang terlalu memaksa bukan menjadi solusi yang baik dalam hal ini. Apalagi memaksa anak yang sedang dalam proses menyesuaikan diri ini dibarengi dengan kalimat-kalimat yang tidak baik seperti omelan sindiran bahkan cacian.

Sebelum anak dibawa ke tempat yang baru, lebih baik diberi pengertian dan motivasi terlebih dahulu. Cara lain adalah dengan meningkatkan keberaniannya secara umum. Memperluas sosialisasai dan proses pergaulan anak yang alami dengan teman-teman sebayanya.

3. Tipe yang Sulit 
Anak tipe ini kerap membuat gemes, jengkel, sekaligus  malu orangtuanya. Bayangkan, kemana pun orangtua pergi ia selalu ikut, baju ibunya tak lepas dari pegangan tangannya. Bila ada orang menyapa, ia akan menyembunyikan wajahnya di sela-sela baju sang ibu.


Hal yang bisa dilakukan orang tua adalah bersabar menunggu waktu.Tidak ada gunanya memarahi, mengomel dan ngotot memaksanya menjadi pemberani. Ini hanya membuat sakit hatinya. Bahkan omelan, ejekan, hinaan dan ancaman dalam banyak kasus hanya akan menghilangkan rasa percaya diri si anak

Banyak orang tua yang ingin menunjukkan kemampuan anaknya di depan orang lain, mrnjadi gregetan karena si anak tiba-tiba diam seribu bahasa padahal kalau di rumah tidaklah demikian.

Penyebab utama dari perilaku yang "sulit" ini bisa karena faktor kurangnya kebaranian, kurangnya latihan bersosialisasi dengan lingkungan, dan bisa juga karena faktor keturunan. Namun dalam banyaknya kejengkelan orang tua pastinya anak tipe ini juga memiliki kelebihan. 

Anak jadi kerasan berada di rumah. Hal ini membuat hubungan batin dengan ibu biasanya amat erat. Orangtua mudah untuk mengarahkannya. Anak tumbuh menjadi pribadi yang telaten,lebih sabar dan tidak terlalu lincah. Namun demikian perkembangan keberaniannya tetap harus selalu dilatih. 




Disarikan dari buku Mendidik dengan Cinta karya Irawati Istadi

Baca juga Suamiku Sayang Pahamilah Shalatku Adalah Istirahatku


Comments

  1. alhamdulilah anak2ku termasuk tipe mudah

    ReplyDelete
  2. aku tipe pemanasan :(

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sungai Sawang : Kolam Renang Khusus Wanita di Kota Jambi

Akhi Haruskah Diri Ini yang Melamarmu ?

Ternyata Inilah 10 Cara Move On Dari Someone