Resensi Buku : Never Ending Hijrah (NEH)

Belum pernah saya merasa begitu berkesan dengan buku-buku motivasi yang berangkat dari kisah nyata makhluk ciptaan Allaah jaman now seperti buku Never Ending Hijrah (NEH) ini. Saking berkesannya saya, terlintaslah di pikiran untuk meresensi buku ini agar banyak orang yang ikut membacanya dan merasakan manfaat seperti yang saya rasakan.

Buku ini adalah buah karya Bunda Tatty Elmir pendiri Yayasan Forum Indonesia  Muda (FIM), (alhamdulillah saya alumni angkatan 14 B) dan resonansi dari Kurniawan Gunadi. Bunda, biasa kami memanggil beliau, telah melihat dan menyaksikan langsung bagaimana kehidupan pasangan Silvia Pamudji dan Reza Abdul Jabbar seorang WNI peternak suskes di New Zealand. Menegakkan Syiar Islam di bumi selatan dunia.


Buku ini mendapat kata pengantar dari Pakar pengasuhan Bunda Elly Risman, sedikit saya kutip tulisan beliau : Banyak orang tua sekarang ini yang luput merumuskan tujuan dari pengasuhannya, seperti yang dilakukan orang tua Reza. Dialog yang dilakukan pak Jabbar yang kini juga banyak hilang dari pengasuhan modern yang ditandai dengan ketergesa-gesaan.

Sesuai dengan judul bukunya, motivasi yang terdapat dalam buku ini banyak sekali mengenai hijrah, hijrah total, bukan hanya fisik melainkan seluruh sendi kehidupan. Pasangan ini tidak hanya mencoba meresapi baik-baik ayat : QS. At-Taubah : 20 yang artinya :"Orang-orang yang beriman dan berhijrah, serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allaah. Dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." Namun mereka telah mencoba terus-menerus berlatih mengamalkan 3 prinsip hidup dalam ajaran Islam tersebut. Yakni, Iman, hijrah dan jihad.

Reza dan Silvia sangat meyakini apapun yang dilakukan atas dasar Al-Qur'an dan hadits, akan ada kejayaan. Namun Reza tak menampik kenyataan, mengapa di negara dengan mayoritas Muslim banyak umat yang hidup jauh dari kesejahteraan? Menurut Reza dan Silvia tidak lebih disebabkan kerena kehidupan masyarkat Muslim yang jauh dari Al-Qur'an.

Menurut Reza melarat adalah bentuk penghinaan terhadap Islam. Karena Rasulullah SAW mengajarkan kita Dzikir pagi dan petang yang artinya : "Ya Allah aku berlindung daripada kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur"

Dulunya Reza berIslam secara budaya bahkan mengamalkan Islam tanpa ilmu. Lalu Reza sengaja mencari guru. Karena sunnahnya kita harus belajar dari banyak guru, agar tidak taqlid buta. Dengan duduk di majelis ilmu kita jadi banyak perpesktif dan mendapatkan kesan bahwa Islam ini sangat luas. Islam is very, very vast, luas sekali.

Rumah mereka yang tersuruk dan terpencil di pedalaman Invercargill yang jauh dari keramaian itu tentulah sangat sepi. Namun penghuninya tak akan sempat merasakan kesepian, kerena semua sibuk bekerja dan beraktivitas tiada henti.

Di atas semua kesenangan bisa memiliki usaha sendiri yang disebut orang sebagai sesuatu yang "berhasil" itu, bagi Reza yang paling penting di atas segalanya adalah :" Bisa mengembalikan Silvia kepada anak-anaknya." Artinya bisa mengembalikan Silvia ke posisi mulianya sebagai Ratu Rumah Tangga, Ibu pendidik di rumahnya.

Bukan hanya soal ternak dan perniagaan, Reza berupaya dalam setiap gerak hidupnya berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah."Itu AD ART rumah tangga kami."

Nah untuk menghilangkan rasa keingin tahuan teman-teman pembaca, langsung saja membaca bukunya yang penuh inspirasi ini ya dijamin kamu ga sabar deh buat membaca lembar demi lembar dari buku ini. Recommended banget bagi anak-anak muda Indonesia atau buat siapa saja yang ingin membangun kerajaan bisnisnya.

Akan dipaparkan dengan jelas bagaimana proses pasangan ini bertemu dan menikah. Membangun peternakan dari awal sekali hingga menjadi suskes di New Zealand. Keseharian kehidupan pasangan dengan 5 anak mereka : Aishaa, Hafsha, Maryam, Umar, dan Talhaa. Bagaimana standar kebersihan sebuah peternakan yang dikelola secara professional, membangun  masjid yang terlihat tidak seperti masjid pada umumnya dan perjuangan menghidupkan Islam di bumi selatan dunia serta sehat dengan gaya hidup Islami dengan mengkonsumsi : habbatu sauda, zaitun, madu, propolis, dan kesemuanya dapat membuat kita takjub.



 Allahu a'lam


.

Comments

Popular posts from this blog

Sungai Sawang : Kolam Renang Khusus Wanita di Kota Jambi

Akhi Haruskah Diri Ini yang Melamarmu ?