Monday, July 31, 2017

Muqoddimah Kajian yang Membuat Diri Terasa “Ditampar, Ditonjok, Ditabok" Pake Banget

Banyak teman merasa kajian di masjid Ubay bin Ka'ab, Pematang Sulur Kota Jambi edisi Ahad, 30 Juli 2017 muqoddimahnya bikin diri serasa ‘'ditampar, ditonjok, ditabok'’ pake banget.

Berikut kutipan isi muqoddimah yang saya ambil dari catatan saya.

Photo : pexels.com


*Pintu terbesar bagi Iblis untuk memperdaya manusia adalah pintu kebodohan.
*Seorang Imam berkata : Tidaklah Allah didurhakai dengan sesuatu maksiat melebihi maksiat kebodohan.
*Saat ilmu tidak ada maka timbullah kemaksiatan
*Menuntut ilmu jangan setengah-setengah/nanggung.
*Sejauh apa pengorbanan harta yang telah kita lakukan untuk menuntut ilmu bila dibandingkan dengan Ulama yang sampe menjual atap rumah.

*Ilmu ada 3 kilan/jengkal. 
-Barangsiap pada jengkal pertama maka ia akan sombong, istilah orang tua dulu pendekar turun gunung, tebas sana, tebas sini. Tak dapat membedakan sedang memarahi atau menasehati. Bila benar ingin menasehati ada waktu dan tempat yang tepat serta harus benar niatnya, caranya, isinya dan juga akibatnya. 
-Tidak tahan dengan khilafiyah. 
-Cinta ketenaran. 
-Ingin kelihatan beda. 
-Ingin tampil langsung/tidak langsung. 
-Suka nge-share artikel di media sosial yang dibaca judulnya doang isinya ga tahu. 
-Sombong untuk bertanya dengan orang yang ahli karena merasa udah senior.

*Kitab seperti Arbain An-Nawawi, Bulughul Maram, Lu'Lu wa Marjan, Subulus Salam, Umdatul Ahkam, Syarah Fiqih Sunnah, Utsul Salatsah, Qatrunnada, Ushul Fiqih dll, jangankan khatam dikaji dibaca saja belum selesai tapi sudah berani terjun membahas persoalan-persoalan fitnah. Ikut pula mentahdzir ustadz-ustadz.

Jadilah penuntut Ilmu yang sejati, kalo hanya sampingan ya cukuplah ikuti yang rutin mingguan saja. So...banyaklah belajar, jangan menyibukkan diri dengan beragam fitnah. Bila seorang suami telah bekerja mencari nafkah untuk keluarga maka segeralah gunakan waktu untuk menuntut Ilmu. Sungguh yang merusak agama ini adalah penuntut ilmu yang nanggung atau penuntut ilmu yang jahat.

Intisari catatan muqoddimah kajian Ustadz Abu Salma Hafidzahullahu Ta'ala, dengan
redaksi saya sendiri. Wallahu a’lam, yang benar datangnya dari Allah yang salah berasal dari saya dan syetan

Barakallahu fiikum




2 comments:

  1. mbak, afwan belum Wa ya saya? kelupaan tapi sudah follow blog ini pas lihat daftar bacaan langsung klik. Mba ikut pengajian yang di masjid ubay ya? sayangnya saya di Tebo. Huhu setuju banget mba, lebih baik berkata yang baik atau diam, lebih baik diam dariapda sok tahu apalagi masalah agama :)

    ReplyDelete
  2. Belum sepertinya Mba, wah makasih banget Mba, iya Kajian di Ubay saya Mba. Oh kalo di Tebo terkadang ada di Rimbo Bujang kajian sunnahnya Mba. Yaps that's right :)

    ReplyDelete