Tuesday, May 23, 2017

Sungai Sawang : Kolam Renang Khusus Wanita di Kota Jambi

Akhir-akhir ini semangat umat muslim menjalankan sunnah semakin meningkat. Ini tak lepas dari mulai berkembangnya majelis-majelis ilmu syar’i. Dampak ini pun menjadikan kaum wanita khususnya, ingin menjalankan olahraga-olahraga yang dianjurkan atau disunnahkan. Tapi benarkah berenang termasuk olahraga yang disunnahkan? Penulis mengutip penjelasan dari rumahfiqih.com asuhan Ustadz Ahmad Sarwat, Lc. MA, bahwasanya  memang ada dalil dari hadits Nabi SAW yang menyinggung masalah berenang, di antaranya :

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.”(HR.An-Nasa’i)


Dalam hadits ini Rasulullah menyebutkan bahwa berenang bukanlah hal yang sia-sia, hanya saja beliau tidak secara langsung memerintahkan apalagi mencontohkan dalam perbuatan. Sementara selama ini kita sangat populer  bahwa perintah berenang, memanah dan berkuda adalah bagian yang diperintahkan dan sunnah Nabi. Para ulama umumnya menyebut perintah itu merupakan perintah dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahuanhu.

Umar bin Khattab berkata :“Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda.”

Perkataan tersebut lebih tepat dinisbatkan kepada sahabat Umar bin Khattab radhiyallahuanhu. Sebab kalau dinisbatkan kepada Rasulullah SAW, banyak para ulama hadits yang menentangnya.

Jadi gimana dunk, berenang bukan olahraga sunnah dong???

Dengan demikian nih, para ulama berkesimpulan bahwa pada dasarnya hukum berenang adalah sesuatu yang mubah, bukan termasuk sunnah apalagi kewajiban. Namun hukum mubah ini masih tergantung kepada tujuan dan tata caranya. Bila tujuan dan tata caranya sesuai dengan ketentuan syari’at, hukumnya bisa menjadi mustahab atau sunnah. Sebaliknya bila tujuan dan tata cara yang dipakai bertentangan atau berseberangan dengan ketentuan syari’at, hukumnya bisa berubah makruh, bahkan sampai ke tingkat haram.

Nah Cantik, alhamdulillah di Kota Jambi ada kolam renang yang bisa membuat kita berenang sesuai syari’at, namanya kolam renang Sungai Sawang, lokasinya di Sipin masuk dari lorong Arizona. Sebenarnya kolam renang ini tidak 100% dibuka untuk wanita, hanya dikhususkan pada hari Jum’at saja. Tapi bagi saya ini sudah sangat membahagiakan. Pun bila hari Jum’at jatuh pada hari libur nasional atau tanggal merah maka kolam renang diperuntukkan untuk umum alias campur laki-laki dan wanita.

Tarifnya pun murah, hanya Rp.15.000,- /orang tanpa dibatasi waktu. Dibuka sekitar pukul 08.00 wib hingga 17.30 wib. Bagi yang tidak membawa makanan di sana tersedia mie rebus dan mie goreng yang harganya Rp.10.000,-/porsi serta tersedia makanan ringan, dan tentunya cukuplah untuk ngeganjel perut hiii....Oh ya, meskipun berenangnya udah sesama wanita nih tapi teteep aurat sesama wanita ada batasnya ya.

Sekian dulu info kali ini, bila ada manfaatnya bantu di-share ya Cantik. Silakan juga dibaca artikel-artikel saya yang lainnya.

Please, follow my IG and FB account @tridai_sepitri

Jazakunnallahu khayran ukhti shalihah  


No comments:

Post a Comment