Generasi Millennial, Generasi Narsis Media Sosial

Tanpa kita sadari ternyata diri kita yang cukup aktif di media sosial termasuk generasi millennial. Penulis mengutip dari Majalah NOVA, generasi millennial kini berusia 20-30an dan jika berumah tangga, rata-rata memiliki satu anak balita. Sementara dikutip dari www.hitsss.com menyebutkan millennial adalah mereka yang kelahirannya antara tahun 1981-1994 (beberapa yang lain menyebut hingga sebelum tahun 2000). Generasi ini cenderung narsis. Kehadiran media sosial yang beragam berdampak sebagian besar memiliki sikap ini. Menurut kitabgaul.com narsis bermakna bangga terhadap diri sendiri. Berasal dari mitologi Yunani tentang seorang yang bernama Narcissus. Orang tersebut terkenal karena kegantengan wajahnya.
Menurut psikolog Tara De Thouars kelebihan generasi ini adalah sudah mengalami kemajuan teknologi sehingga jauh lebih mudah mendapat informasi dan mengakses apapun, lebih berani mencoba hal yang baru, lebih ekspresif, narsis, open minded dan kreatif. Lebih lanjut psikolog Tara mengatakan minusnya generasi millennial ini mereka cenderung impulsif, risk taker, gampang menyerah, mentalnya rapuh. Mereka juga suka sekali ikut tren, karena itu merupakan salah satu cara mereka eksis dan mengekspresikan diri.

Photo : pexels.com
            Dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki generasi millennial, dampak terparah ketika mereka menghadapi kendala adalah paling banyak depresi dan kecemasan. Misalnya ketika mereka tidak bisa eksis di media sosial seperti yang mereka inginkan, tidak mendapatkan feedback dari lingkungan seperti yang mereka harapkan, otomatis mereka menjadi stress dan stress bisa menjadi depresi ketika merasa dia tidak cukup baik dibandingkan dengan sekitarnya.
            Sedangkan, kecemasan adalah jika ia merasa ingin mengantisipasi banyak hal. “ Misalnya, saat ia mem-posting sebuah photo di media sosial, ia ingin sekian banyak orang mengomentari fotonya. Dan kalau tidak sesuai, dia cemas. Sebab ia expecting sesuatu yang belum tentu sesuai dengan kenyataan. Jika tekanan semakin besar, bisa saja ia mengalami gangguan kejiwaan, seperti skizofrenia bahkan sampai bunuh diri. Nau’udzubillah yah. Namun tidak semua generasi millennial memiliki mental yang rapuh bentengnya adalah faktor keluarga. Ya keluarga adalah benteng terkuat dan lembaga terkecil yang dapat menguatkan mental seluruh anggota keluarga.

Berikut ada beberapa saran untuk generasi millennial khususnya untuk para ibu agar mampu bermental tahan banting yang kembali penulis kutip dari uraian psikolog Tara. Pertama, menjaga quality time. Dengan kesibukan yang dimiliki setiap anggota keluarga, hendaknya menjaga agar selalu ada waktu untuk bersama. Ini sangat penting agar kebersamaan dan kehangatan keluarga selalu terjaga dengan baik. Kedua, Bijak membagi waktu. Zaman sekarang bisa dikatakan tidak memiliki sekat yang jelas antara aktivitas formal di luar dengan kegiatan di rumah. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap yang bijak dalam membagi waktu, bila telah berada di rumah hendaknya jangan dicampuri dengan aktivitas diluaran, seperti kerjaan. No gadget saat berbincang dengan anggota keluarga, karena saat berbicara lalu dicuekin itu ga banget rasanya. Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam pernah mengambil cincin lalu memakainya, kemudian beliau bersabda :”Cincin ini telah menyibukkanku dari kalian sejak hari ini. Kadang melihat cincin kadang melihat kalian.” Kemudian beliau melemparkan cincin tersebut. Dalam riwayat yang lain beliau membuangnya. (HR. Ahmad dan Nasa’i).

Ketiga, being open minded. Saat ini seorang ibu dituntut untuk tahu perkembangan informasi dan teknologi karena anak-anak saat ini memiliki informasi yang cukup luas. Dengan pengetahuan dan informasi yang dimiliki diharapkan seorang ibu dapat berlaku bijak bagaimana agar mampu mengontrol anak-anaknya. Mampu untuk masuk dan memberi solusi terhadap perkembangan informasi yang didapat oleh anak-anak.Keempat, buat perencanaan. Generasi millennial ini lebih impulsif dalam hal apa pun, baik gaya hidup, kesehatan dan sebagainya. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan perencanaan dan mempertimbangkan apa yang hendak dilakukan. Bukan hanya terus memenuhi keinginan tapi lebih memprioritaskan apa yang menjadi kebutuhan. Kelima, lakukan me time.Tingkat stress generasi millennial jauh lebih tinggi, lakukanlah hal-hal yang bisa meringankan stress agar kekuatan mentalnya terjaga. Tidak dipungkiri kesibukan ibu dalam mengurus rumah tangga terkadang mengharuskan ia memiliki waktu sendiri untuk relaksasi. Iya sendiri tanpa membawa anak-anak. Hendaknya sang suami dapat pula memahami ini, misalnya membiarkan si istri untuk sesekali mengunjungi sahabat atau temannya. Karena ibu jantungnya keluarga, bila ia bahagia in syaa Allah seluruh anggota akan bahagia.

Menjadi manusia atau generasi narsis yang dialami generasi millennial tentunya harus dihindari karena Allah berfirman :”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.”(QS. Al-Isra’ : 37).
Allah sangat melarang hamba-Nya berjalan dalam keadaan sombong dan angkuh. Berjalan di sini dalam dunia maya bisa dalam hal menyombongkan dan menyampaikan semua hal di media sosial. Lebih jauh semua aktivitas yang merupakan ibadah pun diunggah. Jangan bersikap sum’ah yakni menceritkan semua kebaikan kepada khalayak ramai. Dengan menghindari mendapatkan pujian dari penduduk media sosial dapat menghindari stress. Refresh kembali setiap saat niat ketika ingin membagikan sesuatu di media sosial. Tanya terus hati apakah postingan tersebut akan memberikan banyak manfaat apa tidak. Bila tidak tentunya lebih baik jangan di-posting. Kehadiran media sosia bagaikan dua belah mata pisau. Bila bijak dalam menggunakannya tentu berdampak baik namun bila tak tentu waktu dan posting-an lebih kecurhatan galau melulu tentu saja bentuknya jadi membuka aib diri sendiri.

Wallahu a’lam, semoga bermanfaat

Comments

Popular posts from this blog

Allah Mengabarkan di Hati Ummi akan Kepergianmu Nak

Sungai Sawang : Kolam Renang Khusus Wanita di Kota Jambi

5 Kiat Menjaga Organ Intim Wanita, yang Ke-5 Bisa Membuat Kamu Tercengang