Inilah Akhlak Rasulullah SAW Terhadap Asisten Rumah Tangga

Cantik mengurus rumah tangga bukanlah sesuatu yang ringan apalagi jika telah dikaruniai keturunan. Maka tak sedikit rumah tangga yang berkecukupan mencari pembantu atau asisten rumah tangga untuk membantu pekerjaan di rumahnya. Mulai dari memasak, mencuci pakaian atau menjadi baby sitter. Islam tidak melarang hal ini karena Rasulullah sendiri memiliki pelayan. Namun yang sangat disayangkan sering kita dengar perlakuan sadis yang dialami oleh para asisten rumah tangga (ART). Padahal bila kita mencontoh Rasulullah, maka beliau menempatkan pelayan pada kedudukan yang layak. 

Sumber Photo : www.pexels.com


" Mereka (para pelayan dan pekerja) adalah saudara kalian (seiman). Allah menempatkan mereka di bawah kekuasaan kalian. Berilah mereka makanan yang biasa kalian makan, berikanlah mereka pakaian yang biasa kalian pakai. Janganlah memberatkan mereka di luar batas kemampuan. Jika kalian memberikan sebuah tugas, maka bantulah mereka (dalam melaksanankannya). (HR. Muslim).

Cantik mari kita simak penuturan seorang pelayan tentang majikannya. Beliau adalah Anas bin Malik yang telah menjadi pelayan Rasulullah selama 10 tahun. " Aku pernah menjadi pelayan Rasulullah selama sepuluh tahun. Tidak pernah sama sekali beliau mengucapkan, "hus" kepadaku. Beliau tidak pernah membentakku terhadap sesuatu yang kukerjakan (dengan ucapan), " Mengapa engkau kerjakan begini!' Dan tidak pula terhadap sesuatu yang tidak kukerjakan (dengan ucapan), 'Mengapa tidak engkau kerjakan?" (HR. Muslim).

Masya Allah Cantik begitu indahnya akhlak beliau kepada asisten rumah tangga ya. Sudah selayaknya kita memperlakukan ART kita seperti yang beliau contohkan. Karena mereka telah membantu kita, meringankan beban pekerjaan rumah tangga, maka selayaknya setiap selesai mengerjakan pekerjaan yang kita minta, ucapkanlah terima kasih padanya serta gunakanlah kata tolong disaat menyuruh mereka. 

Tapi satu hal nih Cantik hendaknya pekerjaan yang masih bisa kita kerjakan sendiri maka baiknya kita kerjakan. Misalnya memasak masakan kesukaan suami dan anak-anak, membuka pintu dan menyambut suami pulang. Karena bila ini dilakukan oleh pembantu maka sangat disayangkan hilang kesempatan pahala yang mestinya kita raih. Intinya pandai-pandailah mendelegasikan tugas kepada asisten rumah tangga.

Wallahu a'alam 

Referensi : Sehari di Kediaman Rasulullah, Abdul Malik bin Muhammad al-Qasim.


Comments

Popular posts from this blog

Sungai Sawang : Kolam Renang Khusus Wanita di Kota Jambi

Inilah Cara Mengatasi Baper Negatif

Ternyata Inilah 10 Cara Move On Dari Someone