Wisata Halal Bahari #2 (habis)

Berikut kelanjutan tulisan saya sebelumnya Wisata Halal Bahari #1

C.    Wisata Halal Bahari
Indonesia sebagai sebuah negara yang Allah anugerahi bentangan alam yang begitu luar biasa, menjadikan negeri ini memiliki objek-objek wisata yang sungguh mempesona. Salah satunya adalah wisata bahari. Dengan 17.504 pulau dan panjang garis pantai mencapai 95.181 km, Indonesia memiliki potensi wisata bahari terbesar dan salah satu terbaik di dunia. Laut Indonesia, menyediakan keragaman hayati dan keindahan pantai yang menjadi tujuan utama wisata. Beragam ekosistem pesisir dan laut tersedia di Indonesia seperti pantai berpasir, goa, laguna, estuaria, hutan mangrove, padang lamun, rumput laut, dan terumbu karang. Di antara sepuluh ekosistem terumbu karang terindah dan tarbaik di dunia, enam berada di Tanah Air, yakni Raja Ampat, Wakatobi, Taka Bone Rate, Bunaken, Karimun Jawa, dan Pulau Weh.

Sumber photo : www.pexels.com

Momen di mana Indonesia memperoleh 3 gelar bergengsi  pada World Halal Travel Summit 2015 yang diselenggarakan di The Emirates Palace Ballroom, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) 20 Oktober 2015 lalu,  menjadi kombinasi apik untuk menarik wisatawan luar negeri terutama Timur Tengah untuk berkunjung ke Indonesia. Adapun 3 gelar tersebut yakni kategori World's Best Familiy Friendly oleh Hotel Sofyan Betawi, World's Best Halal Honeymoon Destination, dan World's Best Halal Tourism Destination yang diraih oleh Lombok, Mataram Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu, mesti terus diingat para pelaku bisnis atau pengusaha di bidang apapun terutamanya dalam bidang pariwisata wajib memasang niat yang benar dan menjalankan serta memberikan fasilitas wisata sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul. Ini bertujuan agar rizeki yang didapat dari bisnis ini halal dan memperoleh berkah dari Allah. Terkait dengan Konsep Wisata Halal Bahari masih banyak komponen dan elemen yang harus diperhatikan agar benar-benar sesuai dengan manajemen syari’ah. Manajemen syari’ah sendiri memiliki visi iman dan bermisi amal atau ibadah. Dengan menerapakan menajemen syari’ah dalam Wisata Bahari para pelaku usaha akan memperoleh hal-hal sebagai berikut :

1.   Menguntungkan dan mendatangkan kemaslahatan bagi semua pihak
2.   Meningkatkan keuntungan jangka panjang
3.   Meningkatkan daya tahan produk dan jasa dalam persaingan, dan lebih menjamin         kontinuitas bisnis
4.   Menempatkan suatu suatu bisnis dalam posisi yang optimum di antara seluruh aspek   yang mendukungnya

Peluang pasar yang besar untuk industri pariwisata halal Indonesia hendaknya jangan membuat para pelaku bisnis di bidang ini tidak hanya memikirkan bagaimana para turis mau menghabiskan atau membelanjakan uangnya di Indonesia. Meskipun berwisata diperbolehkan tetapi tetap ada penekanan asalkan tidak berlebihan. Pengelolaan wisata yang benar-benar full berkah mesti menjadi perhatian. Para pelaku usaha dapat memberikan fasilitas-fasilitas di antaranya buku panduan yang berisi adab-adab Rasulullah dalam melakukan perjalanan, misalnya :

a.       Istikharah sebelum melakukan perjalanan
b.      Niat Mencari Keridhoan Allah
c.       Bertobat Kepada Allah
d.      Disunnahkan untuk Menulis Wasiat
Tidak ada hak bagi seorang muslim memiliki sesuatu yang hendak dia wariskan, untuk bermalam hingga dua hari melainkan wasiatnya sudah tertulis di sampingnya.”(HR. Muslim)

e.       Senang Bepergian pada Hari Kamis di Pagi Hari
Dari Abdurrahman bin Ka’ab bin Malik r.a., dia berkata, “ Sesungguhnya Nabi saw. pergi menuju perang Tabuk pada hari Kamis dan beliau menyukai bepergian pada hari Kamis.”(HR. Bukhari)

f.       Tidak Sendirian dalam Perjalanan
Seandainya manusia mengetahui jeleknya bersendirian seperti apa yang aku ketahui, niscaya dia tidak akan mengadakan perjalanan di malam hari sendirian, (HR. Bukhari)

Melihat fenomena zaman sekarang hadits ini tentu sangat sesuai. Peristiwa kejahatan semakin sering terjadi bukan bearti berprasangka jahat namun mawas diri.

g.      Mengangkat Pemimpin dalam Perjalanan
“ Jika ada tiga orang yang mengadakan perjalanan, hendaknya mereka menjadikan salah seorang dari mereka sebagai pemimpin.” (HR. Thabrani)

h.     Memilih Teman Perjalanan yang Baik
i.       Bersegera Pulang Setelah Urusan Selesai
j.       Jangan Pulang Pada Malam Hari Kecuali Telah Memberi Tahu Terlebih Dahulu
k.      Bertakbir Tiga Kali Ketika Berada di Atas Kendaraan
l.       Memperbanyak Do’a Dalam Perjalanan
m.    Bertakbir Saat Jalan Naik dan Bertasbih Saat Jalan Menurun
Dari Jabir bin Abdillah r.a., dia berkata, “Kami bertakbir, jika menaiki (tempat yang tinggi) dan bertasbih manakala kami menuruni lembah.”(HR. Bukhari)

n.      Berdo’a Jika Singgah di Suatu Tempat
“ Aku berlindung kepada Allah dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, dari kejahatan apa saja yang diciptakan-Nya. (HR. Bukhari).

Perjalanan panjang menuju suatu tempat tidak jarang para turis akan berhenti di rest area atau SPBU-SPBU terutama yang mengadakan rekreasi bersama keluarga dengan menggunakan kendaraan pribadi.  

o.      Berdo’a Jika Melihat dan Memasuki Suatu Desa atau Kota
“ Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan apa yang dianunginya, Tuhan penguasa tujuh bumi dan apa yang ada di atasnya, Tuhan yang menguasai setan-setan dan apa yang mereka sesatkan, Tuhan yang menguasai angin dan apa yang diterbangkannya. Aku mohon kepada-Mu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknay dan apa yang ada di  dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelakan desa ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya.”(HR. Baihaqi)

Bertamasya identiknya memasuki wilayah baru. Mengunjungi objek-objek wisata, yang biasanya memang berada di kawasan yang belum pernah dikunjungi.

p.    Disunnahkan Melakukan Perjalanan di Malam Hari, Terutama di Permulaan
q.    Berdo’a Bila Melihat Fajar dalam Perjalanan dan Bila Kembali dari Perjalanan
r.      Mendatangi Masjid Terlebih Dahulu Saat Baru Tiba dan Shalat Dua Rakaat
s.     Shalat di Atas Kendaraan
t.      Mendo’akan Orang yang Ditinggal Pergi
u.     Perempuan Dilarang Pergi Tanpa Mahram
 Dari Abu Hurairah r.a, dia berkata Rasulullah saw bersabda “ Tidak halal bagi  seorang perempuan yang beriman kepada hari Akhir bepergian dalam jarak  sehari semalam, kecuali disertai mahramnya.”(HR. Muslim).

Baca jugaWisata Halal Bahari #1

Begitu pula hendaknya kawasan objek wisata halal bahari dikelola dengan manajemen syari’ah yang konsisten. Sumber daya manusia yang menjadi salah satu faktor yang cukup sulit diperolah agar segera dipersiapkan. Sebagai contoh, bila ada wisatawan wanita yang ingin melakukan olahraga snorkling hendaknya tersedia instruktur khusus wanita, karena salah satu titik fokus pengelolaan wisata halal adalah tidak adanya campur baur antara laki-laki dan perempuan (ikhtilat). Selanjutnya terkait dengan kuliner para pengelola restoran atau kafe tidak hanya memikirkan halalnya namun juga baiknya sebuah hidangan tersebut (Halalan Thoyyiban). Karena masakan yang halal belum tentu baik, misalnya saja masakan yang banyak mengandung penyedap rasa. Sementara itu, terkait promo-promo wisata hendaknya waktu pelaksanaannya tidak dalam rangka ikut merayakan hari-hari besar yang bukan dari  ajaran Islam, misalnya dalam rangka tahun baru masehi, valentine, dll. Rasulullah bersabda barangsiapa yang mengikuti suatu kaum maka ia bagian dari kaum tersebut.

Terakhir, sedikit mengomentari acara World Halal Travel Summit 2015 yang diselenggarakan di The Emirates Palace Ballroom, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) 20 Oktober 2015 lalu, terlihat orang-orang yang melakukan pertemuan-pertemuan dan yang mengunjungi booth-booth masih terjadi percampuran antara laki-laki dan perempuan (ikhtilat). Tentunya ini sangat disayangkan mengingat ini adalah event yang menggunakan kata halal dalam nama-nama award-nya.  Demikianlah, diharapakan dengan adanya panduan dan rambu-rambu positif tersebut menjadikan perjalanan para wisatawan dan pengelola atau pelaku usaha khususnya wisata halal bahari full berkah.

Referensi :
1.      Aslam el-Hasany, Tamasya Full Pahala, Tinta Media : Solo, 2011
2.      www.islamqa.info,
3.  Riyanto Sofyan, Bisnis Syari’ah Mengapa Tidak?, Gramedia Pustaka Utama, 2011
4. http://www.rol.republika.co.id, Potensi Wisata Bahari Indonesia Belum Dimaksimalkan,
5. http://lifestyle.liputan6.com/read/2346989/, Fakta Menarik di Balik Kemenangan Lombok di Wisata Halal Dunia
6. http://www.republika.co.id/berita/koran/halaman-1/15/10/22/nwly0631 Lombok Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia





Comments

Popular posts from this blog

Sungai Sawang : Kolam Renang Khusus Wanita di Kota Jambi

Inilah Cara Mengatasi Baper Negatif

Ternyata Inilah 10 Cara Move On Dari Someone