Wisata Halal Bahari #1


.         Bismillah

          AHukum Berwisata

            Salah satu kebutuhan masyarakat di era modern terutama bagi kalangan middle up adalah kebutuhan akan tamasya atau refreshing. Rutinitas yang padat bagi masyarakat urban atau perkotaan berdampak timbulnya rasa lelah dan bosan. Hari-hari yang disibukkan dengan meeting, kunjungan, tumpukan berkas dan sebagainya menjadikan pikiran membutuhkan penyegaran dan mata membutuhkan pemandangan yang menenangkan.
            
Sumber photo : www.pexels.com

Dalam Islam hukum wisata, tamasya, jalan-jalan, piknik atau rekreasi diperbolehkan atau mubah asal tidak berlebihan. Mengutip dari situs www.islamqa.info,  wisata yaitu, yang menunjukkan berjalan-jalan ke suatu negara untuk rekreasi atau untuk melihat-lihat, mencari dan menyaksikan (sesuatu) atau semisal itu. Bukan untuk mengais (rezki), bekerja dan menetap atau dapat pula bermakna safar untuk merenungi keindahan ciptaan Allah Ta’ala, menikmati indahnya alam nan agung sebagai pendorong jiwa manusia untuk menguatkan keimanan terhadap keesaan Allah dan memotivasi menunaikan kewajiban hidup. Karena refresing jiwa perlu untuk memulai semangat kerja baru.

Syeikh Ibnu Utsaimin ketika menjelaskan firman Allah,

أَمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا بِهِ حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ
“Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah” (QS an Naml:60).

Beliau mengatakan, “Ayat ini menunjukkan bolehnya jalan-jalan di taman dan mencari kesenangan dengannya karena Allah berfirman ‘kebun-kebun yang berpemandangan indah’. Seorang itu tidaklah dicela ketika mengatakan, ‘Aku akan melihat-lihat kebun dan taman yang Allah ciptakan dari air hujan yang Dia turunkan’.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قُلْ سِيرُوا فِي الأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ثُمَّ اللَّهُ يُنشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ  (سورة العنكبوت: )
Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Ankabut: 20)

Dalam ayat ini ada makna perintah “berjalanlah-perhatikanlah” ini bearti manusia  diperintahkan oleh sang pencipta-Nya untuk berjalan di muka bumi dan diperintahkan untuk memperhatikan ciptaan-Nya. Ini semua dapat membuka mata dan hati untuk terus bersyukur sebagai hasil dari melihat panorama dan ragam keagungan ciptaan Allah. Maka wisata atau perjalanan (safar) tersebut hendaklah merupakan perjalanan ilmiah, sebagai bahan penelitian atau renungan untuk mempertebal iman hingga berujung wisata yang full berkah.

B.     Wisata Halal Full Berkah
Agar wisata yang dilakukan tersebut full berkah harus diawali dengan niat yang benar dan cara-cara yang dilakukan saat menikmati wisata harus halal dan tidak meninggalkan hak-hak Allah. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Melihat-lihat pepohonan, sungai dan bunga-bunga jika karena motivasi penilaian betapa indahnya dunia, kekuasaan dan harta benda maka ini adalah suatu yang tercela. Oleh karena itu, seorang muslim di waktu berwisata hendaknya dia berniat untuk refreshing, mengembalikan semangat bekerja dan beraktivitas serta untuk memikirkan makhluk ciptaan Allah. Sehingga benarlah firman Allah tentang orang-orang yang beriman,

وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا
“Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia” (QS Ali Imron:191).


Sementara terkait dengan bagaimana cara menikmati wisata tersebut agar diberkahi Allah, ini  erat kaitannya dengan fasilitas apa yang diberikan oleh objek wisata yang akan dituju. Saat ini hampir sebagian besar fasilitas paket wisata di Indonesia khususnya, belum memiliki fasilitas wisata halal. Halal di sini dapat kita maknai sebagai segala tindakan ataupun produk yang dibolehkan oleh syari’ah untuk dimanfaatkan dan dikonsumsi oleh manusia. 

Comments

Popular posts from this blog

Sungai Sawang : Kolam Renang Khusus Wanita di Kota Jambi

Inilah Cara Mengatasi Baper Negatif

Ternyata Inilah 10 Cara Move On Dari Someone