Ya Allah Aku Jatuh Cinta


Benarlah cinta itu terkadang datangnya tidak pernah diundang.  Sebel yang ada, manakala dia datang pada saat, waktu, suasana dan pada  orang yang tidak tepat menurut kita. Diantara kita barangkali pernah merasakan perasaan itu. Tiba-tiba saja muncul perasaan “aneh” yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata terhadap lawan jenis. Padahal, kala perasaan itu datang kita sedang tak menginginkan kehadiranya dalam hati kita. Tapi tanpa disadari “si dia” telah menganggu aktivitas kita.
                Tak ada yang salah sebenarnya dengan perasaan itu. Karena perasaan itu berasal dari sang pencipta. Tinggal bagaimana kita mengelolanya. Apakah kita ingin membingkainya sebelum dia menjadi halal bagi kita, atau sebaliknya setelah si dia menjadi kekasih halal kita. Tentu masing-masing memiliki konsekuensi tersendiri. Jika ingin membingkainya sebelum menikah, persoalannya apakah kita sudah yakin dia yang akan menjadi pasangan hidup kita. Jika tidak, apakah kita akan memberikan sisa-sisa cinta saja bagi pasangan kita yang ternyata  bukan dia. Disaat bersama suami/istri, ternyata fikiran kita melayang ke kisah indah bersama dia, karena tadi sempat bertemu di mall. Bisa dibayangkan jika kita berada di posisi yang ternyata hanya mendapatkan “sisa”. Menyedihkan, bukan???
                Namun ada juga yang hanya menyimpannya dalam hati, cukup dia dan ALLAH saja yang tahu. Atau kalau pun curhat kepada teman, dia tak menyebutkan identitas orang yang telah berani mencuri hatinya. Cara ini tak salah, tapi jika dia laki-laki dan sudah mampu untuk menikah ya sebaiknya dilamar saja agar tak terus mengotori hati. Namun jika tak mampu sebaiknya berpuasa sembari terus menyerahkan semua perkara kepada Allah SWT. Begitu juga bila ia wanita, jika ia “berani” silakan saja menyampaikan perasaan itu kepada si dia lewat perantara orang yang bisa dipercaya. Namun biasanya, terutama wanita timur, terlalu malu rasanya menyampikan perasaan duluan. Kalau sudah begini sebaiknya serahkan saja semuanya kepada Allah SWT. Sulit memang, ditambah lagi jika kita sering dipertemukan dalam berbagai kesempatan. Akhirnya berbagai asumsipun muncul. Jangan-jangan dia memang jodoh ku. Karena aneh sekali, kenapa selalu saja bertemu dengan dia padahal tak pernah direncanakan. Berhati-hatilah banyak sekali cara syetan mengajak kita ke jalan yang tidak benar. Salah satunya yah dengan selalu memikirkan dan mengingatnya. Jika perasaan dan pikiran ini muncul, segera serahkan kepada Allah. Karena sesungguhnya Dialah yang maha mengetahui.  Wallahu’alam



Comments

Popular posts from this blog

Sungai Sawang : Kolam Renang Khusus Wanita di Kota Jambi

Inilah Cara Mengatasi Baper Negatif

Ternyata Inilah 10 Cara Move On Dari Someone