Suamiku Sayang, Pahamilah Shalatku Adalah Istirahatku

Bismillah

Menjadi ibu rumah tangga tidak lah semudah yang dibayangkan. Aktivitas berlangsung dari bangun tidur hingga tidur lagi. Sebagaimana pernah diutarakan oleh guru akidah akhlakku masa studi di Madrasah Tsanawaiyah (SMP). Bagusnya kita menjadi ibu yang paling duluan bangun dan tidur paling terakhir. Tidur setelah semua dirasa aman, anak-anak sudah terlelap, rumah sudah terkunci dengan baik makanan dan komporpun telah dimatikan, tak lupa pula sebelum berangkat tidur di kepala telah terancang menu sarapan untuk esok hari.

Sumber photo : www.pexels.com

Bagi sebagian orang hal demikian tidak adil tapi tidak bagi seorang ibu yang begitu ikhlas mencintai, menyayangi dan melayani anggota keluarganya. Pekerjaan ini baginya begitu ringan, lelah sudah tidak terasa bila mengingat anggota keluarga tersenyum bahagia. 
Ditambah lagi bagi ibu rumah tangga yang masih memiliki anak-anak yang masih kecil, repotnya tidak lah dapat dibayangkan. Bangun pagi langsung ke dapur menyiapkan sarapan, memandikan si kakak yang mau berangkat sekolah, membersihkan rumah, menyusui si kecil, belum lagi cucian keluarga yang telah pula menumpuk. Alangkah bahagianya jika sang suami dapat pula ikut membantu beban kerja si istri tanpa perlu diberi intruksi terlebih dahulu. Tapi jikapun harus diberi intruksi bisa dibayangkan berapa bidang pekerjaan yang ada di pikirannya pada pagi hari itu. Mengerjakan semuanya laksana setrika yang mondar mandir sembari mengeluarkan suara intruksi. Uhhh....mumet. Bersyukur dan itulah salah satu keistimewaanya yang Allah berikan kepada wanita. 

Ya wanita mampu mengerjakan berbagai aktivitas dalam satu waktu. Meskipun sedang menggoreng ikan ia bisa mengontrol cucian yang sedang diputar dalam mesin cuci, berlari mengejar anak yang tiba-tiba menangis atau memanggil tukang sayur yang kebetulan lewat. Tak jarang mereka menarik napas panjang, jujur bukan marah tapi demikianlah reaksi tubuh tatkala ia kurang asupan oksigen. Kejadian demikian terus berlangsung selama hidup berumah tangga. Teringat kata Ibuku pada saat dulu aku protes, kenapa sih masak lagi-masak lagi, urusan rumah tangga ini akan berhenti jika kita tidak ada lagi di dunia ini.

Pekerjaan rumah tangga memang tidak bisa kita samakan dengan pekerjaan kantoran pada umumnya. Masuk pukul 07.30 wib pulang waktu asar harinya senin hingga Jum'at. Sabtu dan Ahad adalah waktu istirahat dari pekerjaan tersebut. Tapi sebenarnya meskipun tidak ada waktu khusus istirahat bagi ibu-ibu rumah tangga, sebenarnya tanpa kita sadari Allah SWT telah memberi kita waktu untuk beristirahat sejenak dan melapangkan hati. SHALAT. Ya shalat sebenarnya adalah waktu istirahat yang teramat indah bagi seorang ibu rumah tangga. Dengan melaksanakannya sejenak ia terbebas dari rutinitas, hanya sejenak. Keringat yang mengucur deras di wajahnya, tangan yang lelah menggapai apapun dan kaki yang penat hilir mudik di rumah sejenak ia dapat beristirahat. Kucuran air kala mengambil wudhu begitu sejuk membasahi wajahnya yang hangat terpapar sinar matahari kala menjemur pakaian ataupun panasnya api kompor saat menggoreng. Seluruh tubuhnya kembali tenang.

Ia siap menghadap Ilahi dengan segudang beban bathin yang cukup dia dan Allah saja yang tahu. Luapan tangis biarlah sesaat ia lepasakan di sajadah panjangnya. Wahai para suami shalat adalah tempat sesungguhnya istrimu istirahat sejenak dari rutinitas padatnya menjaga rumahmu yang menjadi tanggungjawabnya. Berilah ia waktu yang cukup pada saat itu. Cukup sedih bila ada suami yang mengatakan " Sudah sholatnya cepatan gih, nanti si Dedeknya bangun." Letihnya tubuh dan lelahnya pikiran yang ia rasakan jarang ingin ia sampaikan, karena ia tahu kaupun di sana bekerja keras untuk menghidupi keluargamu.

Baca juga : 12 Gaya Kesalahan Komunikasi

Allahu'alam, yang baik datangnya dari Allah Azza wa Jalla sedangkan yang jelek dari saya pribadi dan syaithon

Comments

Popular posts from this blog

Sungai Sawang : Kolam Renang Khusus Wanita di Kota Jambi

Akhi Haruskah Diri Ini yang Melamarmu ?

Ternyata Inilah 10 Cara Move On Dari Someone