Petiklah Bagi Siapa yang Mampu

Sebagai seorang Muslimah sejatinya sangat ingin mendapatkan pendamping hidup yang bisa membimbing dan mengajak bersama-sama menggapai surga-Nya.Seseorang nan baik agama dan akhlaknya. Para Muslimah pun tahu tidak mudah mendapatkan sosok idaman seperti demikian. Dibutuhkan perjuangan besar untuk terus memperbaiki kualitas ibadah diri mulai dari aqidah yang harus terus dibenahi, akhlak, sopan-santun, keilmuan, penampilan luar maupun dalam. Karena sesungguhnya hal serupa pula yang dilakukan sang calon "pangeran". Ini tentunya sejalan dengan firman Allah laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik, sebaliknya perempuan pezina untuk laki-laki pezina. 

Dalam hal mencari ilmu dan memperbaiki kualitas diri sang muslimah acapkali mendatangi beragam majlis ilmu. Hingga seiring waktu sang muslimah menjadi akhowat yang berstandar 'high quality single". It's mean, selain memiliki wajah yang cukup indah dilihat, sebaik-baik perhiasan dunia ini pun memiliki wawasan dan keilmuan dunia dan akhirat yang mumpuni. Ini dibuktikan dengan upayanya menghapal ayat-ayat Allah walaupun masih jauh jika disebut hafidzoh, pendidikan umum yang tak hanya sebatas sarjana strata satu saja tapi diikutinya pula beragam soft skill berbentuk short course semisal menjahit, komputer dan sebagainya. Adanya pengabdian ilmu lewat beragam kegiatan mengajar, aktivitas dakwah dan sosial, kehidupan ekonomi yang mencukupi walau tak dapat disebut kaya, serta mengurus rumah tangga tak luput tentunya dari perhatiannya,dan tak jarang ia mencoba resep-resep masakan baru karena menyajikan makanan sehat buat keluarga adalah salah satu impiannya. Pribadi yang anggun,cerdas dan berkelas yang terlihat dari dirinya tentu dapat membuat sebagian laki-laki "takut" mendekati dengan beragam alasan, entahlah penulis tak tahu.

Jika diibaratkan sang ahkowat adalah sekuntum mawar indah menawan, segar, tegar yang tumbuh di tengah tebing yang curam. Haa...tentulah dibutuhkan seseorang yang sangat tangguh dan brilian untuk mendapatkannya. Walau tak jarang sang 'bunga'  akhirnya dapat dimiliki oleh seseorang yang mungkin dalam kacamata kita tidaklah sempurna, tapi bukanlah sang kuasa yang tahu atas segala sesuatu. Dalam hal ini sang 'bunga' tidak menyerah dia telah memasang tantangan berat sebelumnya dengan hidup di tebing nan curam. Tinggal ia menunggu siapa yang mampu memetiknya. Bisa saja ia telah mendambakan seseorang tapi ternyata kemampuan yang ia miliki tak sepadan dengan besarnya tantangan "kualitas diri" sang 'bunga'.

So...mari kita berbaik sangka dengan jodoh yang telah Allah takdirkan untuk seseorang. Seseorang muslimah tentunya ia hanya menyerahkan hidupnya kepada seseorang yang mampu merebut hatinya. Menjadikan ia nyaman dalam berdiskusi. Karena rumah tangga adalah sebuah manajemen yang sistemnya harus dibangun bersama-sama agar visi dan misinya ke surga bisa terwujud dengan sempurna.

 Allahu'alam yang baik datangnya dari Allah SWT dan yang buruk datangnya dari saya pribadi dan syeithon.

Comments

Popular posts from this blog

Sungai Sawang : Kolam Renang Khusus Wanita di Kota Jambi

Inilah Cara Mengatasi Baper Negatif

Ternyata Inilah 10 Cara Move On Dari Someone