Bahaya Ibadah Tanpa Keikhlasan

Ibadah tanpa keikhlasan dapat berubah menjadi penyesalan dan siksaan di akhirat. Ibnu Qoyyim memberi perumpaan keikhlasan laksana seorang musafir yang berbekal pasir, tidak berguna.




 Mari kita bersihkan amal dan ibadah kita dari kotoran-kotoran :
   1. Merasa bangga dengan diri sendiri. Saat beramal jangan lihat amalan kita tapi lihatlah karunia dan rahmat Allah yang telah mengizinkan kita melakukan amal tersebut. Ibnu Qoyyim menyampaikan amalan yang paling bermanfaat adalah engkau bersembunyi dari diri sendiri dan dilihat orang lain.
   2. Riya. Manusia akan binasa kecuali orang yang berilmu. Orang yang berilmu akan binasa kecuali orang yang beramal. Orang yang beramal akan binasa kecuali orang yang ikhlas.
Sebab-sebab riya :
   1. Merasa cinta dengan pujian manusia
   2. Takut dicela
   3. Tamak dengan apa yang ada di sisi manusia

Solusinya : Hendaklah seseorang meyakini pujian atau hinaan itu hanya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Jika mampu milikilah amal rahasia yang tak satupun manusia mengetahuinya kecuali Allah. Imam Ahmad beliau qiyamul lail tiap malam dan selalu membaca Al qur’an di setiap paginya tapi tak diketahui kapan ia mengkhatam al qur’an karena ia menyembunyikannya. Apabila ia menulis dan ia kagum dengan tulisannya maka ia akan menyobeknya. Apabila ia khutbah dan ia kagum dengan khutbahnya maka ia akan turun dari mimbar.

Baca juga : 5 Langkah Percaya Diri Menulis

Hendaklah kita ikhlas dalam menuntut ilmu dan dalam niat. Orang yang menuntut ilmu seperti orang yang sedang berjalan. Sebelah kanannya taman yang sangat indah dan sebelah kirinya jurang yang sangat dalam. Kemudia keikhlasan dalam niat. Ada 3 tipe orang yang hendak berangkat tidur. Yang pertama tanpa berniat apapun. Yang kedua ia berniat semoga dengan tidurnya ia bisa bangun dengan lebih semangat untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Ketiga berniat selain mencari nafkah untuk keluarga ia ber-azzam rezeki yang didapatinya nanti di shodaqohkan untuk orang miskin.
          
Tanda-tanda keikhlasan :
   1. Kita melihat dan menanyakan kepada diri kenapa kita melakukannya.
   2. Disaat beramal ia tidak ingin ada yang melihat dan orang yang mendengar
   3. Niat dan selalu berdo’a kepada Allah agar selalu diberi keikhlasan.
Jika ia merasa aman dari riya’ sesungguhnya ia paling dekat dengan riya’. Sebaliknya jika ia merasa jauh dari keikhlasan maka ia paling dekat dengan keikhlasan.

Allahu’alam
*Ringkasan kajian oleh ustaz Abu Salma, Lc di Masjid Nurdin Hasanah Kota Jambi, Ahad, 25 Januari 2015

Comments

Popular posts from this blog

Sungai Sawang : Kolam Renang Khusus Wanita di Kota Jambi

Akhi Haruskah Diri Ini yang Melamarmu ?

Ternyata Inilah 10 Cara Move On Dari Someone